Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2014

Mendidik vs Melatih

Gambar
Alangkah syahdu menjadi kepompong; berkarya dalam diam, bertahan dalam kesempitan. Tetapi apabila tiba waktu menjadi kupu-kupu, tak ada pilihan selain terbang menari; melantun kebaikan diantara bunga, menebar keindahan pada dunia. Dan anginpun memeluknya dalam sejuk dan wangi surga. Alangkah damai menjadi bebijian; bersembunyi di kegelapan, menanti siraman hujan, menggali hunjaman dalam-dalam. Tapi bila  tiba saat untuk tumbuh dan mekar, tak ada pilihan kecuali menyeruak menampilkan diri; bercecabang menggapai langit, membagikan buah manis di tiap musim pada segenap penghuni bumi. Dan matahari pun mendekapnya, dalam hangat serta cahaya. [1] Mengawali  ringkasan acara PDA, kami sedikit mengutip sebuah cerita dari buku yang judulnya “setengah isi setengah kosong”. Judul ceritanya adalah HUKUMAN. Dikisahkan sepasang suami istri yang bekerja meninggalkan anaknya yang berusia 3 tahun bernama Ita, bersama sang pembantu di rumah. Namanya juga anak-anak yang suka mengeksplor...

Anak dan Permasalahannya

Gambar
1. Kejujuran Berawal dari kejujuran, anak-anak berbohong demi mendapatkan tujuan. Tujuan....adalah sesuatu yang harus di gapai, seperti halnya orang dewasa, bayak tujuan-tujuan yang harus di gapai, contohnya Harta, keluarga yg bahagia, kekuasaan, dan akhir berpuncak pada akhirat. Anak-anak juga memiliki tujuan itu, bedanya mereka mengungkapkan dalam pola pikir yang berbeda. contohnya : kekuasaan , mereka akan merebut ketika barang dan makanan mereka di ambil, dan ketika anak-anak melihat ada mainan temannya yang berbeda, mereka akan menangis meminta mainan, dan sebisa mungkin mereka akan melakukan hal-hal lain untuk menggapai tujuannya. Kedisiplinan terbentuk dengan sendirinya, yaitu dengan kebiasaan, kebiasaan pola, juga kebiasaan lingkungan. Kedisiplinan atau sukses itu harus adanya motivasi atau pendampingan. Disiplin tidak harus dengan menegangkan juga tidak dengan bentakan. Disiplin  dapat diartikan melahirkan akhlak Mendidik yaitu dengan menikmati 2. Perm...

Program Disiplin Anak (Disiplin Bangsa Bermula dari Disiplin Keluarga)

Gambar
Disiplin itu melahirkan akhlaq untuk manusia. Kedisiplinan akan membentuk sebuah keteraturan dalam kehidupan. Dan semua itu berawal dari keluarga, keluarga adalah pemberi pendidikan dasar untuk anak, pemberi contoh untuk pembentukan karakter bagi anak, anak akan meniru apa yang ia lihat, yaitu dari kedua orang tuanya. Karena pada dasarnya setiap manusia lahir dalam keadaan fitrah/suci, karenanya kita sebagai orang tua tentu ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Jika kita salah dalam mendidiknya, tentu akan menimbulkan dampak yang tidak baik untuk masa depannya. Dalam hal ini program mendisiplinkan anak dapat membantu pembentukan karakter yang baik. Tidak dapat dipungkiri banyak perilaku anak yang terkadang membuat kita jengkel, kesal, marah dan sedih. Contohnya, suka berkelahi, rewel/cengeng, suka jajan, berbicara kotor, ngamuk, melawan, dan konsumtif mainan, dll yang dikarenakan sebab-sebab tertentu. Tapi jika orang tua mampu memahami dan mensiasatinya tentu perilaku terse...

Andai Anak Bisa Memilih Orang Tua

Gambar
“Masa depan pendidikan di Amerika ditentukan oleh sebuah kekuatan. Jika saja kami punya kekuatan, kekuatan tersebut adalah program utama di sekolah kami, yaitu pelatihan guru. Guru tidak hanya cukup membaca metode-metode belajar mengajar terbaru. Guru harus dilatih, seperti halnya aktor atau penyair yang perlu berlatih. Setelah itu guru bisa mengajarkan kepada orang lain. Guru profesional adalah gelombang masa depan Amerika”. Kalimat di atas adalah pidato Miriam Kronish, seorang Kepala Sekolah SD John Eliot 1988 – 2002, Needham, Massachusetts, Amerika Serikat, yang dikutip oleh Munif Chatib dalam buku “Gurunya Manusia” (Kaifa, Jakarta, 2011, halaman 30). Ungkapan Miriam Kronish menyiratkan optimisme gelombang baru masa depan yang dahsyat di Amerika, apabila semua sekolah memberikan pelatihan kepada guru sehingga para guru mampu mendidik dengan baik. Kunci perubahan sebuah negara adalah pada pendidikan, kunci keberhasilan pendidikan adalah kualitas guru, dan kunci kualitas guru a...