Menjadi Insan Yang Selalu Bersyukur

Sebagai seorang guru tentu banyak halangan dan rintangan yang telah kita rasakan. Waktu yang telah kita korbankan, harta yang telah kita ikhlaskan, rasa lelah dan letih yang tak terkatakan demi membangkitkan generasi yang tangguh dimasa depan.
Semua mungkin telah kita infakkan demi sebuah cita dan asa yang sangat mulia, sehingga terkadang membuat membuat kita terkadang merasa tak cukup dan kurang dengan apa yang telah kita punya. Satu hal yang perlu kita ingat berapa banyak nikmat yang telah kita dapatkan, dan jikapun kita akan menghitung sungguh kita tidak akan pernah mampu menghitung nikmat Allah yang telah kita dapatkan. Dalam Al qur’an surah Ibrahim Allah berfirman: “ Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu minta kepadaNYA, dan jika kamu menghitung nikmat Allah, kamu tidak akan mampu menghitungnya”
Maka sudah selayaknya kita bersyukur karena telah menjadi orang tua idiologis bagi ratusan anak dan telah memberi warna bagi kehidupan mereka, kelak mereka akan menarik tanganmu kedalam jannnahnya dan Dengan bersyukur juga maka semua beban akan berubah menjadi kenikmatan. Jadilah insan guru yang selalu bersyukur insyaAllah nikmat akan Allah tambah karena apabila kita mengingkari nikmat Allah maka siksaan yang kita dapat dan kebarokahan akan segera dicabut. Yakinlah suatu saat letih dan lelah sebagai seorang guru akan digantikan dengan jannahnya. Nah… Cuma saat ini kita harus bersabar agar semua terasa indah “fahsbir shabran jamiil”. proseslah yang telah mebuat rasulullah dijuluki Ulul azmi, berpayah-payahlah yang membuat para sahabat  menjadi generasi terbaik dan dirindukan syurga, maka nikmat Allah yang mana yang telah kita dustakan

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?
Salah satu cara agar kita mudah bersyukur terhadap apa yang telah Allah berikan maka sering-seringlah melihat kebawah lihatlah betapa banyak orang yang hidupnya tidak seberuntung kita karena apabila kita selalu mendongakkan kepala ke atas, maka sampai kapanpun kita tidak akan pernah merasa qonaah dengan apa yang telah diberikan Allah karena akan selalu ada yang lebih baik dari segalanya dari kita.

Note: Tulisan ini saya dedikasikan untuk para sahabat guru dan diri sendiri untuk mengobati keringnya hati dari rasa beryukur

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SD IT Cendekia sekolahnya anak-anak juara

Tadabbur Surat Adh-Dhuha (Waktu Dhuha): Belajar Bersyukur

Program Disiplin Anak (Disiplin Bangsa Bermula dari Disiplin Keluarga)