Postingan

Mari Mengajar Dengan Hati …!!!

Gambar
Ada beberapa hal menarik dalam buku Keajaiban Belajar oleh    Yunsirno yang akan sedikit saya ulas untuk saling berbagi dengan para sahabat guru dan para orang tua sholeh dalam mendidik anak-anaknya di sekolah selaku guru yang mencetak generasi yang smart dan religius. Yang paling berperan dalam pendidikan anak yang pertama adalah keluarga dimana orang tua adalah madrasah awal bagi anak, keluargalah yang pertama anak dengar, rasakan dan dilihat selanjutnya lingkungan dan sekolah. Mari para orang tua dan guru ajari anak-anak kita dengan hati. Teaching by heart. 1.        Sentuhlah dengan  cinta Dalam menemukan kecerdasan, seorang anak harus dibantu oleh lingkungannya baik orang tua, guru, sekolah, maupun system pendidikan dalam suatu negara karena apabila tidak didukung oleh system dalam negara maka semua kecerdasan itu hanya akan menjadi cita2 yang fatamorgana. Banyak tokoh berpengaruh di dunia yang dianggap jenius sebernya mereka me...

Benarkah Setiap Anak Adalah Sang Bintang?

Gambar
Peranan seorang ayah bagi anak sangat penting, peranan seorang ayah dalam keluarga dan pendidikan anak tidak akan bisa digantikan oleh posisi ibu, posisi ibu tetaplah ibu dan ayah memiliki posisi tersendiri bagi pendidikan anak Dalam sebuah penelitian kedekatan seorang ayah dengan anaknya akan membuat anak lebih merasakan cinta dan tempat curahan hati bagi anak, yang akan meminimalisir anak berinteraksi berlebihan dengan laki-laki luar dan akan membuat anak terbentengi dari pergaulan bebas. Setiap anak memiliki fitrah, kecenderungan, potensi dalam dirinya saat dia dilahirkan ke dunia ini. “ setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah (membawa potensi kebaikan) ayah dan ibunya-lah yang menjadikannya nasrani atau majusi” (hadist). Tergantung bagaimana kita sebagai orang tua cara memandangnya dan menghidupkan tombol bintang atau bagaimana kita mengasah potensi yang berbeda yang dimiliki anak kita. Anak juga adalah mutiara ya.. mutiara di dasar lautan dengan segudang potensiny...

Mendidik vs Melatih

Gambar
Alangkah syahdu menjadi kepompong; berkarya dalam diam, bertahan dalam kesempitan. Tetapi apabila tiba waktu menjadi kupu-kupu, tak ada pilihan selain terbang menari; melantun kebaikan diantara bunga, menebar keindahan pada dunia. Dan anginpun memeluknya dalam sejuk dan wangi surga. Alangkah damai menjadi bebijian; bersembunyi di kegelapan, menanti siraman hujan, menggali hunjaman dalam-dalam. Tapi bila  tiba saat untuk tumbuh dan mekar, tak ada pilihan kecuali menyeruak menampilkan diri; bercecabang menggapai langit, membagikan buah manis di tiap musim pada segenap penghuni bumi. Dan matahari pun mendekapnya, dalam hangat serta cahaya. [1] Mengawali  ringkasan acara PDA, kami sedikit mengutip sebuah cerita dari buku yang judulnya “setengah isi setengah kosong”. Judul ceritanya adalah HUKUMAN. Dikisahkan sepasang suami istri yang bekerja meninggalkan anaknya yang berusia 3 tahun bernama Ita, bersama sang pembantu di rumah. Namanya juga anak-anak yang suka mengeksplor...

Anak dan Permasalahannya

Gambar
1. Kejujuran Berawal dari kejujuran, anak-anak berbohong demi mendapatkan tujuan. Tujuan....adalah sesuatu yang harus di gapai, seperti halnya orang dewasa, bayak tujuan-tujuan yang harus di gapai, contohnya Harta, keluarga yg bahagia, kekuasaan, dan akhir berpuncak pada akhirat. Anak-anak juga memiliki tujuan itu, bedanya mereka mengungkapkan dalam pola pikir yang berbeda. contohnya : kekuasaan , mereka akan merebut ketika barang dan makanan mereka di ambil, dan ketika anak-anak melihat ada mainan temannya yang berbeda, mereka akan menangis meminta mainan, dan sebisa mungkin mereka akan melakukan hal-hal lain untuk menggapai tujuannya. Kedisiplinan terbentuk dengan sendirinya, yaitu dengan kebiasaan, kebiasaan pola, juga kebiasaan lingkungan. Kedisiplinan atau sukses itu harus adanya motivasi atau pendampingan. Disiplin tidak harus dengan menegangkan juga tidak dengan bentakan. Disiplin  dapat diartikan melahirkan akhlak Mendidik yaitu dengan menikmati 2. Perm...

Program Disiplin Anak (Disiplin Bangsa Bermula dari Disiplin Keluarga)

Gambar
Disiplin itu melahirkan akhlaq untuk manusia. Kedisiplinan akan membentuk sebuah keteraturan dalam kehidupan. Dan semua itu berawal dari keluarga, keluarga adalah pemberi pendidikan dasar untuk anak, pemberi contoh untuk pembentukan karakter bagi anak, anak akan meniru apa yang ia lihat, yaitu dari kedua orang tuanya. Karena pada dasarnya setiap manusia lahir dalam keadaan fitrah/suci, karenanya kita sebagai orang tua tentu ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Jika kita salah dalam mendidiknya, tentu akan menimbulkan dampak yang tidak baik untuk masa depannya. Dalam hal ini program mendisiplinkan anak dapat membantu pembentukan karakter yang baik. Tidak dapat dipungkiri banyak perilaku anak yang terkadang membuat kita jengkel, kesal, marah dan sedih. Contohnya, suka berkelahi, rewel/cengeng, suka jajan, berbicara kotor, ngamuk, melawan, dan konsumtif mainan, dll yang dikarenakan sebab-sebab tertentu. Tapi jika orang tua mampu memahami dan mensiasatinya tentu perilaku terse...

Andai Anak Bisa Memilih Orang Tua

Gambar
“Masa depan pendidikan di Amerika ditentukan oleh sebuah kekuatan. Jika saja kami punya kekuatan, kekuatan tersebut adalah program utama di sekolah kami, yaitu pelatihan guru. Guru tidak hanya cukup membaca metode-metode belajar mengajar terbaru. Guru harus dilatih, seperti halnya aktor atau penyair yang perlu berlatih. Setelah itu guru bisa mengajarkan kepada orang lain. Guru profesional adalah gelombang masa depan Amerika”. Kalimat di atas adalah pidato Miriam Kronish, seorang Kepala Sekolah SD John Eliot 1988 – 2002, Needham, Massachusetts, Amerika Serikat, yang dikutip oleh Munif Chatib dalam buku “Gurunya Manusia” (Kaifa, Jakarta, 2011, halaman 30). Ungkapan Miriam Kronish menyiratkan optimisme gelombang baru masa depan yang dahsyat di Amerika, apabila semua sekolah memberikan pelatihan kepada guru sehingga para guru mampu mendidik dengan baik. Kunci perubahan sebuah negara adalah pada pendidikan, kunci keberhasilan pendidikan adalah kualitas guru, dan kunci kualitas guru a...

Kecerdasan Majemuk (multiple intelligence)

Delapan Jenis Kecerdasan Howard Gardner, seorang psikolog terkemuka dari Harvard University, menemukan bahwa sebenarnya manusia memiliki beberapa jenis kecerdasan. Howard menyebutnya sebagai kecerdasan majemuk atau multiple intelligence . Mula-mula Howard menemukan tujuh kecerdasan, namun dalam perkembangan selanjutnya, ia berhasil menemukan satu kecerdasan lagi. Sehingga sampai hari ini diperkirakan setiap manusia memiliki delapan jenis kecerdasan. Kedelapan jenis kecerdasan itu adalah: 1. Kecerdasan Linguistik ( word smart ) 2. Kecerdasan Spasial ( picture smart ) 3. Kecerdasan Matematis ( logic smart ) 4. Kecerdasan Kinestetis ( body smart ) 5. Kecerdasan Musik ( music smart ) 6. Kecerdasan Interpersonal ( people smart ) 7. Kecerdasan Intrapersonal ( self smart ) 8. Kecerdasan Naturalis ( nature smart ) Setiap manusia memiliki semua jenis kecerdasan itu, namun hanya ada beberapa yang dominan atau menonjol dalam diri seseorang. Kita sering kali menganggap bahwa orang yang memi...